Kamis, 24 Apr 2014 
 |  JALAN MANTAP EKONOMI LANCAR ---------------------------------------------------------KUDU BISA, SABISA BISA, PASTI BISA  
  Sejarah Bina Marga
SEJARAH JALAN DI JAWA BARAT
Monumen Bandung KM. 0
SEJARAH BHAKTI PU
  Profil Dinas Bina Marga
Struktur Organisasi
Tupoksi
Visi dan Misi
PEJABAT
  Ragam
Galeri Foto
Polling
Buku Tamu
  Produk dan Kebijakan
Penelitian dan Tulisan Ilmiah
Kebijakan dan Peraturan
Kumpulan Standar dan Juknis


 Hal. Utama 
 Peta Situs 
 Kontak 
 Login 
 
Pilih Bahasa>>
 
     
 
 
 
 
Rabu, 13 Januari 2010
Rencana Peningkatan Jalan Pangalengan - Cukul - Cisewu

Ruas Jalur Vertikal Bandung-Rancabuaya merupakan jalur strategis untuk membuka Jawa Barat bagian selatan yang sudah lama digagas oleh pemerintah provinsi Jawa Barat dengan dukungan pemerintah pusat. Jalur ini merupakan jalur terpendek yang menuju arah pantai selatan Jawa Barat dibandingkan jalur vertikal lainnya. Pemilihan jalur ini merupakan kebijakan provinsi sesuai dengan arahan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Jawa Barat 2005-2025. Dalam pertimbangannya, dimasukan pula kriteria teknis, sosial dan juga dukungan anggaran. Secara teknis jalur ini eksistingnya cukup menantang dan membutuhkan perhitungan teknis yang konprenhensif.  

Penanganan Jalan Cukul (Bts Bandung) – Cisewu – Sukarame - Rancabuaya sepanjang 59,202 km, diawali tahun 2009 dilakukan perencanaan teknisnya sepanjang 20,00 km, sta 55+250 sampai sta 75+250. Kemudian tahun 2010 ini akan ditangani peningkatan jalan sepanjang 5,00 km, sta 55+250 sampai sta 75+250. Rencana penanganan konstruksi menggunakan Kantilever mirip yang dilakukan pada jalur Cadaspangeran di Sumedang. Rencana lebar perkerasan jadi 6,00 meter dari lebar yang ada rata-rata 4,00 meter, dengan bahu masing-masing 1,00 meter. Konstruksi perkerasan menggunakan Hotmix AC-WC 4 cm dan AC-BC 5 cm, nilai pagu sebesar 36 milyar.

Ada beberapa kendala teknis yang masih diperhitungkan yaitu tingkat kemiringan jalan masih cukup besar, lereng kiri-kanan terjal dengan sifat tanah gembur kedalaman tanah keras antara 15,00-20,00 meter, sering terjadi longsoran terutama didaerah perkebunan. Kendala lainnya adalah masih ada 4 (empat) buah jembatan yang perlu mendapat penanganan. Penanganan jembatan membutuhkan dana cukup besar diperkiraan untuk pembangunan jembatan sepanjang 80,00 meter sebesar 10 milyar lebih.

Sesuai dengan komitmen Gubernur Jawa Barat dalam pembangunan prasarana jalan, khususnya untuk pengembangan Jawa Barat bagian selatan ini, mulai tahun ini melalui anggaran Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, komitmen ini mulai diwujudkan. Diharapkan dalam 2-3 tahun kedepan, tersedia akses yang memadai dari Bandung menuju wilayah dan pantai selatan yang sangat potensial untuk pengembangan kepariwisataan.



:
  • Jembatan Cikaso Telah Selesai Dibangun Dengan Dana APBD Prov. Jabar
  • Kunjungan Lapangan DPRD Prov. Jabar Dan Dinas Bina Marga Prov. Jabar Ke Wilayah Selatan Jawa Barat
  • Pemetaan Dan Kajian Lokasi Bencana Alam Pada Ruas Jalan Prov. Di Jawa Barat
  • Rencana Peningkatan Jalan Sindangbarang - Agrabinta - Tegalbuleud
  • Bina Marga Jabar Perbaiki Jalur Mudik

    Sumber  :
    Penulis  : yck
    File  : ---
    Telah Dibaca  : 984 Kali

  •   >> Ke Indeks Berita 
    Website Resmi Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat © 2006